IDENTIFIKASI WILAYAH KRISIS AIR BERSIH BERDASARKAN ANALISA KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR DI KABUPATEN BANYUWANGI
DOI:
https://doi.org/10.32781/cakrawala.v10i1.48Abstract
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui wilayah kecamatan mana saja yang masih membutuhkan air bersih di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Lokasi yang menjadi obyek penelitian meliputi 5 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Wongsorejo, Kecamatan Licin, Kecamatan Songgon, Kecamatan Kalibaru dan Kecamatan Pesanggaran. Metode penelitian ini menggunakan 2 analisis, yaitu analisis kebutuhan air bersih dan analisis ketersediaan air bersih dengan pendekatan 4 parameter yakni : a). Luas kawasan hutan; b). Curah hujan; c). Luas wilayah; dan d). jumlah penduduk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari ke lima wilayah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, hanya wilayah Kecamatan Kalibaru yang termasuk kategori daerah krisis air dengan jumlah penduduk 61.820 jiwa dan luas wilayah 18.741,80 Km2. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan kebutuhan air menunjukkan (K) = 1353.870,9 m3/tahun. Sedangkan hasil perhitungan imbuhan air tanah (RC) menunjukkan = 556.633 m3/tahun (belum tercukupi). Solusi yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi adalah melaksanakan kegiatan reboisasi pada lahan hutan yang masih gundul seluas 0,78 % untuk mencapai target luas hutan minimal 30 % dari luas total wilayah Kecamatan Kalibaru sesuai amanat Undang-Undang No. 26 Tahun 2007, sehingga peran hutan menjadi optimal dan mampu memberikan manfaat terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
References
Agha Konsultan, 2002. Penyusunan Basic Data Air Baku Untuk air Bersih di Jawa Timur, Dinas P e r m u k i m a n P r o v i n s i J a w a T i m u r , Surabaya, Unpublished.
Asdak, C., 2004. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Suingai, Gadjah Mada University Press, Jogjakarta.
B a d a n P u s a t S t a t i s t i k . , 2 0 1 4 . K a b u p a t e n B a n y u w a n g i D a l a m A n g k a , B a p p e d a Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur.
Bakker dan Pulawski.,1983. Metode Perhitungan Imbuhan Air Tanah Sebagai Prosentase Curah Hujan Tahunan Rata-rata, Bandung.
Bosch, J.M. dan J.D. Hewlett., 1982. Review of Catchment Experiments to Determine the effects of Vegetation Changes on Water Yield and Evapotranspiration.
Darussalam. S, dkk., 2009. Potret Hutan Provinsi Jawa Timur, Departemen Kehutanan, Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, B a l a i P e m a n t a p a n K a w a s a n H u t a n Wilayah XI Jawa-Madura, Yogyakarta.

